MANDUTA – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Al Furqon MAN 2 Tulungagung pada Selasa, 4 Agustus 2026, saat seluruh guru, pegawai, dan murid mengikuti solat duha bersama dan istighosah sebagai pembuka rangkaian Milad ke-36. Jemaah datang lebih awal, mengisi shaf dengan tertib, dan mengikuti rangkaian ibadah dengan khusyuk. Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur madrasah atas usia yang semakin matang, sekaligus permohonan agar setiap langkah ke depan dilimpahi keberkahan. Bagi warga MAN 2, MAN 2 Tulungagung, dan MAN Tulungagung, momen ini juga menegaskan bahwa madrasah menempatkan nilai spiritual sebagai fondasi utama dalam setiap perayaan, di bawah pembinaan Kemenag Tulungagung dan Kemenag Jawa Timur.
Pembinaan karakter dalam kegiatan ini terlihat dari pembiasaan ibadah berjamaah yang melibatkan seluruh komponen madrasah, mulai dari guru, pegawai, hingga peserta didik. Solat duha bersama dan istighosah menjadi ruang untuk menumbuhkan ketenangan batin, rasa syukur, dan kesadaran bahwa setiap langkah madrasah harus dimulai dengan doa dan harapan akan ridho Allah. Dengan mengikuti kegiatan ini secara tertib dan khusyuk, murid belajar bahwa perayaan madrasah bukan hanya soal kemeriahan, tetapi juga tentang penguatan ruhiyah, kedisiplinan, dan adab dalam beribadah. Nilai-nilai inilah yang menjadi dasar penting bagi MAN 2 Tulungagung dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga kuat dalam akhlak dan spiritualitas.
Kepala MAN 2 Tulungagung, Muhamad Dopir, menyampaikan bahwa pemilihan solat duha dan istighosah sebagai pembuka milad didasari keinginan agar seluruh rangkaian peringatan dimulai dengan landasan spiritual yang kuat. “Kami ingin milad kali ini tidak hanya ramai secara kegiatan, tetapi juga bermakna secara ruhiyah. Dengan solat duha dan istighosah, kami berharap seluruh warga madrasah tumbuh dalam keberkahan, semangat baru, dan komitmen untuk terus berprestasi. Ini menjadi penguat bahwa MAN 2 Tulungagung terus melangkah dengan landasan iman dan takwa,” ujarnya.
Rangkaian ini juga menjadi pengingat bahwa madrasah bukan sekadar tempat belajar, melainkan ruang pembentukan karakter, penanaman nilai, dan tempat tumbuhnya harapan besar bagi peserta didik. Melalui kegiatan ini, warga madrasah diajak meneguhkan komitmen untuk terus berbenah, menjaga semangat belajar, dan saling mendukung dalam kebaikan. Sebagai langkah awal Milad ke-36, solat duha bersama dan istighosah menjadi simbol bahwa setiap usia madrasah yang bertambah harus diiringi dengan peningkatan mutu, penguatan karakter, dan perluasan manfaat bagi masyarakat.


Komentar Terbaru