MANDUTA – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung menggelar Pembinaan dan Penguatan Madrasah Adiwiyata bagi calon Madrasah Adiwiyata Kabupaten, Provinsi, Nasional hingga Mandiri di Aula Kankemenag Tulungagung, Selasa, 26 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 46 lembaga madrasah sebagai bagian dari langkah penguatan menuju madrasah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Dalam kegiatan tersebut, MAN 2 Tulungagung hadir melalui Ketua Tim Adiwiyata, Erna Dwi Anjarwati, bersama Mahmudia Rahman, untuk memperkuat kesiapan madrasah dalam melanjutkan capaian Adiwiyata tingkat nasional. Pembinaan ini menjadi ruang penting bagi madrasah-madrasah di bawah naungan Kemenag Tulungagung dan Kemenag Jawa Timur untuk menyamakan langkah, memperdalam pemahaman, serta meneguhkan komitmen terhadap gerakan lingkungan yang berkelanjutan.
Kegiatan dibuka dengan arahan dari Kepala Kankemenag Tulungagung, Mohamad Afif Fauzi, yang menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar program tambahan, melainkan bagian dari tanggung jawab bersama dan wujud ibadah. Ia juga menekankan bahwa program Adiwiyata selaras dengan prioritas Kementerian Agama tentang ekoteologi, yakni membangun kepedulian terhadap kelestarian alam sebagai bagian dari ajaran agama. Pesan ini sejalan dengan semangat yang selama ini dijalankan MAN 2, MAN 2 Tulungagung, dan MAN Tulungagung dalam berbagai aksi lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah, penghijauan, hingga edukasi cinta bumi kepada warga madrasah.
Sebanyak 46 lembaga madrasah yang hadir mengikuti pembinaan mendapat penguatan mengenai tahapan, standar, dan arah pengembangan Adiwiyata pada setiap jenjang. Kehadiran pengawas madrasah, kepala madrasah, ketua tim Adiwiyata, serta penyuluh lingkungan hidup dari DLH Kabupaten Tulungagung menambah bobot kegiatan ini sebagai forum bersama untuk saling berbagi pengalaman dan strategi. Bagi MAN 2 Tulungagung, pembinaan tersebut menjadi bekal penting untuk terus menjaga kualitas program Adiwiyata yang sudah berjalan, sekaligus menata langkah menuju predikat yang lebih tinggi.


Kepala Madrasah MAN 2 Tulungagung, Muhamad Dopir, menyampaikan bahwa pembinaan seperti ini sangat penting bagi madrasah yang tengah menjaga dan mengembangkan program Adiwiyata. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar Kankemenag Tulungagung ini. Bagi MAN 2 Tulungagung, pembinaan ini menjadi penguat untuk terus menjaga komitmen sebagai madrasah berwawasan lingkungan. Adiwiyata bukan hanya soal penghargaan, tetapi tentang kebiasaan baik yang harus hidup dalam keseharian warga madrasah. Karena itu, kami berharap semangat ini terus tumbuh dan menjadi budaya bersama di MAN Tulungagung,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa tahun ini MAN 2 akan melanjutkan langkah menuju Adiwiyata tingkat nasional dengan dukungan penuh dari seluruh warga madrasah. Menurutnya, kehadiran tim Adiwiyata madrasah dalam pembinaan ini merupakan bentuk keseriusan untuk memperkuat program yang sudah berjalan, sekaligus memastikan bahwa pendidikan lingkungan benar-benar menjadi bagian dari pembentukan karakter murid. Hal itu sejalan dengan semangat Kemenag Tulungagung dan Kemenag Jawa Timur dalam mendorong madrasah menjadi ruang belajar yang tidak hanya unggul dalam ilmu, tetapi juga peduli pada kelestarian bumi.
Melalui pembinaan ini, MAN 2 Tulungagung meneguhkan langkah untuk terus menjaga lingkungan madrasah yang bersih, hijau, dan lestari. Dengan semangat “Salam Bumi Pasti Lestari, Adiwiyata Pasti Bisa”, madrasah berharap mampu melangkah lebih jauh dan memberi teladan bagi satuan pendidikan lain di Kabupaten Tulungagung maupun Jawa Timur.


Komentar Terbaru