MANDUTA – MAN 2 Tulungagung menghadirkan nuansa baru dalam peringatan Milad ke-36 tahun ini dengan menggelar Manduta E-Sport Competition (MEC), kompetisi E-Sport tingkat umum yang dikemas sebagai bagian dari rangkaian kegiatan milad. Berbeda dari tahun sebelumnya, MEC menjadi ajang yang ditunggu karena menggabungkan semangat kompetisi digital dengan nilai sportivitas dan kreativitas generasi muda. Kegiatan ini dilaksanakan di dua tempat, yakni penyisihan di Laboratorium Fisika MAN 2 Tulungagung pada 5 Agustus 2026, dan babak final di aula MAN 2 Tulungagung pada 6 Agustus 2026. Antusiasme peserta dan penonton terlihat sejak hari pertama, dengan para peserta yang datang dengan persiapan matang dan semangat tinggi untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Bagi MAN 2, MAN 2 Tulungagung, dan MAN Tulungagung, MEC menjadi bukti bahwa madrasah mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan memberi ruang bagi talenta digital di bawah pembinaan Kemenag Tulungagung dan Kemenag Jawa Timur.

Kepala MAN 2 Tulungagung, Muhamad Dopir, menyampaikan bahwa kehadiran MEC dalam rangkaian Milad ke-36 menjadi langkah penting untuk merespons perkembangan minat dan bakat generasi muda di era digital. “Kami ingin menunjukkan bahwa madrasah tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga mampu merespons perkembangan teknologi dengan kegiatan yang positif dan bermakna. MEC menjadi ruang bagi siswa dan masyarakat untuk berkompetisi secara sehat, menumbuhkan sportivitas, dan mengembangkan potensi digital mereka. Kami berharap kegiatan ini terus berkembang dan memberi manfaat lebih luas bagi generasi muda,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa madrasah berkomitmen untuk terus berinovasi dalam menyajikan kegiatan yang relevan dengan kebutuhan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar pendidikan karakter.
Kompetisi ini dirancang untuk menjadi wadah bagi generasi muda mengasah kemampuan digital, menumbuhkan sportivitas, serta mengembangkan kreativitas di era teknologi. Selama penyisihan, peserta bersaing ketat di Laboratorium Fisika dengan suasana yang tertib dan penuh fokus. Setiap tim menampilkan strategi permainan yang terencana, kerja sama yang solid, dan kemampuan adaptasi yang cepat terhadap dinamika pertandingan. Pada babak final di aula, suasana semakin memanas karena para peserta berlaga di hadapan penonton yang memadati ruangan. Dukungan sorak sorai dari teman sebaya, guru, dan pengunjung menambah semangat kompetisi, sekaligus menunjukkan bahwa E-Sport kini menjadi bagian dari budaya prestasi yang diakui di lingkungan madrasah. Kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi siswa untuk memahami bahwa kompetisi bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi tentang proses, integritas, dan sikap sportif dalam menghadapi tantangan.


Melalui MEC, MAN 2 Tulungagung ingin menegaskan bahwa madrasah adalah ruang tumbuh yang inklusif bagi berbagai bentuk potensi dan minat siswa. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk membangun jejaring antar-peserta, memperkuat solidaritas, dan menumbuhkan rasa bangga terhadap madrasah. Dengan suksesnya penyelenggaraan MEC, madrasah berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin yang semakin berkembang, baik dari segi jumlah peserta, variasi permainan, maupun dampak positif bagi komunitas. Bagi warga MAN 2, MAN 2 Tulungagung, dan MAN Tulungagung, MEC menjadi simbol bahwa madrasah terus melangkah maju, merangkul teknologi, dan memberi ruang bagi generasi muda untuk berprestasi di era digital.


Komentar Terbaru