MANDUTA – Sebanyak 10 siswa yang tergabung dalam OSIS dan Antariksa MAN 2 Tulungagung bersama guru pendamping Mahmudia Rahman, S.Si., S.Pd., M.Pd. mengikuti Webinar Nasional Seri#278 bertajuk “Orang Tua Cerdas Digital, Anak Aman Berinternet” pada Sabtu, 24 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti secara daring melalui Zoom dari ruang meeting madrasah, sebagai bagian dari penguatan literasi digital dan pendidikan karakter bagi siswa MAN Tulungagung di bawah pembinaan Kemenag Tulungagung dan Kemenag Jawa Timur.
Webinar yang disiarkan melalui Zoom dan live YouTube Tunas Hijau Indonesia pada pukul 12.00–15.00 WIB tersebut menegaskan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak menghadapi dunia digital yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Kegiatan menghadirkan narasumber Dr. Diah Sofiah, M.Si., Psikolog (Dekan Fakultas Psikologi UNTAG Surabaya), Ir. Mustikorini Indrijatiningrum, M.E. (Asisten Deputi Ketahanan Keluarga dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK), serta AKP Joehary (Densus 88 Polri), dengan moderator dari unsur mahasiswa dan pelajar. Para narasumber menekankan bahwa internet membuka peluang besar bagi anak untuk belajar, berkreasi, dan membangun jejaring sosial, namun juga menyimpan risiko serius seperti paparan konten tidak pantas, perundungan siber, penipuan, hingga paham radikal, sehingga pendampingan keluarga tidak dapat digantikan teknologi semata.

Dalam pemaparannya, Ir. Mustikorini menjelaskan gambaran fenomena anak dan internet di Indonesia, termasuk bahwa anak usia 7–17 tahun banyak yang sudah memiliki atau mengakses gawai dan rata-rata durasi akses harian sekitar 5,4 jam. Kondisi tersebut menguatkan urgensi literasi digital keluarga, sebab risiko utama di ruang digital dapat muncul dari berbagai arah, mulai eksploitasi dan kekerasan seksual daring (misalnya grooming dan pemerasan), ancaman psikologis-sosial seperti cyberbullying dan cyberstalking, pelanggaran privasi serta kebocoran data pribadi (termasuk risiko “oversharing” oleh orang tua), hingga ancaman teknis seperti phishing dan malware serta lemahnya keamanan akun akibat kata sandi yang tidak kuat atau belum menggunakan autentikasi ganda.
Webinar juga menekankan bahwa pemerintah telah membangun berbagai regulasi dan kebijakan perlindungan anak di ranah digital, namun keluarga tetap menjadi benteng moral paling menentukan melalui pembentukan karakter dan kebiasaan bermedia yang sehat. Untuk praktik di rumah, peserta mendapatkan penekanan mengenai tiga pilar perlindungan keluarga, yakni edukasi (membuat aturan gawai yang jelas dan disepakati, menjelaskan risiko, serta memberi teladan), pengawasan preventif (mengaktifkan fitur keamanan atau kontrol orang tua dan mendiskusikan tren media), serta komunikasi kuratif (membangun dialog terbuka, menguatkan nilai agama dan budi pekerti), agar anak merasa aman bercerita ketika mengalami hal tidak nyaman di internet. Selain itu, dipaparkan pula prinsip “asta mantra keluarga” yang mendorong pengurangan screen time, penguatan peran orang tua sebagai pengasuh efektif, penghidupan nilai agama dan akhlak, pelestarian budaya, serta gerakan “1 jam tanpa gawai” setiap hari, sebagai upaya membangun ruang digital yang aman, positif, dan bermanfaat bagi tumbuh kembang anak.
Kepala MAN 2 Tulungagung, Drs. Muhamad Dopir., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas keterlibatan siswa dan guru pendamping dalam kegiatan literasi digital tersebut. “Saya mengapresiasi OSIS dan Antariksa beserta guru pendamping yang mengikuti webinar ini dengan sungguh-sungguh. Semoga wawasan yang diperoleh dapat ditindaklanjuti menjadi budaya literasi digital di madrasah, serta menguatkan sinergi antara sekolah dan orang tua agar anak-anak MAN 2 Tulungagung aman, beretika, dan bertanggung jawab dalam berinternet,” ungkapnya.
Melalui partisipasi dalam Webinar Nasional Seri#278 ini, MAN 2 Tulungagung menegaskan komitmennya untuk terus membekali siswa dengan kecakapan abad 21 yang selaras dengan nilai karakter, akhlak, dan keamanan bermedia. Dengan penguatan edukasi, pengawasan, dan komunikasi yang sehat, diharapkan siswa mampu memanfaatkan internet secara produktif sekaligus terhindar dari berbagai risiko yang mengancam di ruang digital.


Komentar Terbaru