MANDUTA – Dua murid MAN 2 Tulungagung kembali mengharumkan nama madrasah di tingkat nasional. Arwencetta Khairunnisa dari kelas XI-3 dan Faaza Auliya Zema dari kelas XI-5 berhasil meraih deretan penghargaan bergengsi pada ajang yang diselenggarakan Universitas PGRI Yogyakarta bersama CAKAP RISET, yakni gold medal, best essay, best presentation, dan most innovative idea. Prestasi ini semakin kuat setelah Surat Keputusan Nomor 101/A.1/CKP-UPY/V/2026 yang ditetapkan di Yogyakarta pada 17 Mei 2026 menegaskan bahwa keduanya menjadi pemenang pada kategori Chamber B: Quality Education and Human Development melalui karya berjudul “Isyarah+: Inovasi Aplikasi Berbasis Bahasa Isyarat (ASL dan SIBI) sebagai Upaya Meningkatkan Pemahaman Ibadah Islam bagi Tunarungu.”
Ajang ini diikuti tidak hanya oleh peserta tingkat SMA, MA, dan SMK, tetapi juga oleh peserta dari kalangan universitas. Di tengah persaingan yang ketat tersebut, MAN 2 Tulungagung kembali membuktikan kemampuannya dengan meraih juara dan menunjukkan kualitas terbaiknya di tingkat nasional. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa murid MAN 2 mampu bersaing dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, sekaligus menunjukkan hasil pembinaan yang konsisten di lingkungan madrasah dengan dukungan pendidikan dari Kemenag Tulungagung dan Kemenag Jawa Timur.
Karya yang diusung Arwencetta dan Faaza hadir dengan gagasan yang kuat dan dekat dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam upaya meningkatkan pemahaman ibadah Islam bagi tunarungu melalui media berbasis bahasa isyarat. Inovasi tersebut dinilai relevan karena menggabungkan aspek literasi, teknologi, dan kepedulian sosial dalam satu solusi yang aplikatif. Keberhasilan itu bukan hanya menunjukkan kemampuan mereka dalam menulis dan mempresentasikan ide, tetapi juga memperlihatkan kepekaan terhadap persoalan nyata di tengah masyarakat. Bagi MAN 2 Tulungagung, capaian ini menjadi bukti bahwa murid madrasah mampu melahirkan karya yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga bermanfaat secara sosial.

Kepala Madrasah MAN 2 Tulungagung, Muhamad Dopir, menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih Arwencetta Khairunnisa dan Faaza Auliya Zema. “Alhamdulillah, prestasi ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar MAN 2 Tulungagung. Arwencetta dan Faaza telah menunjukkan bahwa murid madrasah memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat nasional. Karya yang mereka hasilkan juga mencerminkan kepedulian, kreativitas, dan semangat untuk memberi manfaat bagi orang lain. Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi murid-murid lain untuk terus berkarya dan berani tampil di ajang yang lebih tinggi,” ujarnya.
Muhamad Dopir menambahkan bahwa madrasah akan terus memberi ruang bagi murid untuk berkembang sesuai minat dan bakatnya. Menurutnya, keberhasilan ini sejalan dengan semangat MAN Tulungagung dalam membangun generasi yang unggul dalam ilmu, berkarakter, serta mampu menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat. Dukungan dari para guru pembina, keluarga besar madrasah, serta perhatian Kemenag Tulungagung dan Kemenag Jawa Timur menjadi bagian penting dalam mengantarkan murid menuju prestasi. Dengan capaian ini, MAN 2 kembali menegaskan posisinya sebagai madrasah yang mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional.


Komentar Terbaru