MANDUTA – Enam murid MAN 2 Tulungagung dari kelas X-4 program Internasional berhasil lolos sebagai Delegasi Indonesia pada ajang Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) 21st yang akan digelar di Bangkok, Thailand, pada 26–29 Juni 2026. Keenam murid tersebut adalah Najma Kamila ‘Izzati, Fitria Naylil Maghfiroh, Calisa Ibnati Salsabila Kamil, Namira Putri Rahayu, Brilliant Barbara, dan Mahdiya Farah Nafisa Kamilia Aly. Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar MAN 2 Tulungagung, MAN Tulungagung, serta jajaran Kemenag Tulungagung dan Kemenag Jawa Timur, karena para murid mampu menembus ajang internasional yang menuntut kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan diplomasi yang kuat.
Untuk bisa menjadi peserta AYIMUN 21st, para calon delegasi harus melalui proses seleksi yang tidak sederhana. Mereka terlebih dahulu mengikuti penulisan essay sebagai bagian dari tahapan seleksi awal. Setelah dinyatakan lolos, peserta kemudian memilih negara yang akan mereka wakili dalam simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Proses ini menjadi pengalaman berharga bagi murid MAN 2 Tulungagung karena mereka tidak hanya dituntut memahami isu global, tetapi juga belajar menyusun gagasan, menyampaikan pandangan secara runtut, dan mengasah kepercayaan diri dalam forum internasional. Keikutsertaan mereka menunjukkan bahwa madrasah tidak hanya memberi ruang bagi prestasi akademik, tetapi juga membuka jalan bagi murid untuk tampil di panggung dunia.

Selama kegiatan berlangsung, para delegasi akan mengikuti berbagai agenda seperti conference session, diskusi internasional, serta diplomasi bersama peserta dari berbagai negara. Dalam forum tersebut, mereka dituntut untuk berpikir cepat, menyusun argumen yang kuat, dan bekerja sama dalam mencari solusi atas isu-isu global yang dibahas. Selain rangkaian akademik, para peserta juga berkesempatan mengikuti city tour Bangkok sebagai bagian dari kegiatan AYIMUN 21st. Kesempatan ini tentu menambah pengalaman baru bagi para murid, karena mereka dapat mengenal lingkungan internasional sekaligus memperluas wawasan budaya di luar ruang sidang.
Kepala MAN 2 Tulungagung, Muhamad Dopir, menyampaikan apresiasi atas capaian enam murid kelas X-4 tersebut. Menurutnya, lolosnya mereka sebagai delegasi Indonesia pada forum internasional merupakan bukti bahwa murid MAN 2 Tulungagung memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat global. “Kami sangat bangga atas capaian anak-anak kami. Ini bukan hanya prestasi pribadi, tetapi juga kebanggaan bagi madrasah, keluarga, dan lingkungan pendidikan di bawah naungan Kemenag Tulungagung serta Kemenag Jawa Timur. Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga untuk membentuk karakter yang lebih percaya diri, berwawasan luas, dan siap menjadi generasi yang bermanfaat bagi bangsa,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pencapaian ini lahir dari proses panjang yang memerlukan kesungguhan, disiplin, dan semangat belajar yang tinggi. Karena itu, pihak madrasah berharap prestasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi murid lainnya untuk terus mengembangkan diri sesuai minat dan bakat masing-masing. “MAN 2 Tulungagung akan terus mendukung setiap ruang prestasi yang bisa mengantarkan murid pada pengalaman-pengalaman terbaik, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kami ingin anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya unggul dalam ilmu, tetapi juga siap berkontribusi dalam percakapan dunia,” tambahnya.
Keberhasilan enam murid kelas X-4 ini menjadi penanda bahwa MAN 2 Tulungagung terus melahirkan generasi yang siap menghadapi tantangan global. Melalui partisipasi dalam AYIMUN 21st di Bangkok, Thailand, mereka akan membawa nama baik madrasah, daerah, dan Indonesia di forum internasional. Bagi keluarga besar MAN Tulungagung, kesempatan ini bukan sekadar perjalanan ke luar negeri, tetapi juga langkah penting dalam membentuk murid yang cakap, berani, dan berdaya saing tinggi di tengah perubahan dunia yang semakin cepat.


Komentar Terbaru