MANDUTA – MAN 2 Tulungagung bangkitkan kebanggaan dengan 11 tim muridnya lolos seleksi proposal penelitian tingkat nasional Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026 yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Pengumuman hasil seleksi proposal dirilis pada 6 April 2026 melalui laman resmi Puspresnas, menandai kelanjutan 11 tim MAN Tulungagung ke tahap pelaksanaan penelitian lapangan hingga akhir Agustus 2026. Prestasi ini dicapai dari ribuan proposal sekolah se-Indonesia yang diseleksi ketat pada 26 Maret hingga 4 April 2026, menegaskan kualitas riset murid madrasah negeri di bawah Kemenag Tulungagung dan Kemenag Jawa Timur.
11 tim berprestasi ini terdiri dari 6 tim bidang Matematika Sains Teknologi (MST) yaitu Shindi Aulia Rakhmadiani-Faza Syarifah Nasih (X-5), Syaerina Za’imatun Nisa’-Naj’wa Ma’ilya Liffa (X-5), Queensa Agni Fatimahapsari-Dindha Aulya Nur Fitri (X-5), Adinda Candra Kirana-Arnesya Aulya Sari (X-5), Muhammad Syauqi Amaddani-Imam Faruqi (X-5), Ahmad Baihaqi Abdillah-Aimar Maulana Rahman (X-5); serta 5 tim bidang Fisika Terapan Rekayasa (FTR) yaitu Aula Faakihah (XI.4)-Shila Nikita Ramadhani (XI.8), Muhammad Husnul Khuluq (X-5)-Naufal Fadhil Musyaffa (X-3), Hanifah Sulaimah-Nabila Yumna Mufidah (X-5), Kurnia Wahyuningtyas-Dhanisa Meyliana Fathussunnah (X-5), dan Nafisah Sanchia Rahmatullah (X-5)-Natasya Aurelia Pratama (X-5).OPSI 2026 jenjang SMA/sederajat mengusung tema “Muda Berinovasi, Indonesia Berprestasi” dengan bidang Matematika Sains Teknologi (MST), Ilmu Sosial Humaniora (ISH), serta Fisika Terapan Rekayasa (FTR). Proposal-proposal ini lolos verifikasi administrasi dan reviu juri ahli dari perguruan tinggi serta lembaga riset, setelah pendaftaran masal 6 Februari hingga 7 Maret 2026 via https://sma-pusatprestasinasional.kemdikbud.go.id/opsi. Tim-tim ini kini wajib laksanakan penelitian di lapangan mulai April hingga Agustus 2026, unggah laporan akhir 31 Agustus, dan siap final September 2026 di Jakarta yang meliputi expo, presentasi, wawancara, serta Research Idea Challenge. Panduan OPSI menekankan etika riset, klirens etik untuk subjek manusia/hewan, serta batas biaya Rp15 juta per tim dengan logbook lengkap.

Kepala MAN 2 Tulungagung, Drs. H. Muhamad Dopir, M.Pd.I., memberikan apresiasi sebagai bukti nyata inovasi murid. “Alhamdulillah, 11 tim OPSI MAN 2 Tulungagung lolos seleksi proposal nasional jadi kebanggaan kami semua. Ini hasil bimbingan guru, kreativitas murid kelas X-XI, dan dukungan Kemenag Tulungagung-Kemenag Jawa Timur. Mereka siap lanjut penelitian orisinal di bidang MST, ISH, FTR sesuai panduan Puspresnas. Prestasi ini dorong MAN Tulungagung cetak peneliti muda unggul menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya saat berada diruang kepala, Kamis (9/4/2026).
Persiapan matang 11 tim MAN 2 Tulungagung untuk OPSI 2026 dimulai sejak sosialisasi nasional pada 12 Februari 2026, fokus utama pada penyusunan proposal penelitian maksimal 8 halaman yang mencakup cover, landasan teori, rumusan masalah, metode penelitian terukur, serta Rencana Anggaran Biaya (RAB) rinci hingga Rp15 juta. Proposal-proposal ini diseleksi ketat oleh juri ahli dari perguruan tinggi dan lembaga riset pada 26 Maret-4 April 2026, dinilai dari kejelasan rumusan masalah, studi pustaka terkini dan relevan, metodologi yang sistematis, hingga kelayakan RAB dan jadwal pelaksanaan. Berkat ketekunan murid kelas X-XI beserta guru pembimbing—satu guru maksimal dampingi 5 tim—semua proposal lolos verifikasi administrasi dan reviu substansi tanpa pelanggaran etika seperti plagiarisme (similaritas di bawah 30%). Kini, tim-tim ini siap lanjutkan penelitian lapangan April-Agustus 2026 dengan mencatat logbook harian dan menyerap masukan reviewer, menuju final OPSI 24-30 September 2026 yang memperebutkan medali emas-perak-perunggu melalui pameran poster, presentasi 10 menit plus tanya jawab 15 menit, serta Research Idea Challenge.
Kemenag Jawa Timur apresiasi MAN 2 Tulungagung sebagai madrasah top kontributor OPSI dari Tulungagung. Capaian ini tambah deretan prestasi madrasah seperti 229 lolos SPAN PTKIN kemarin. Tim siapkan laporan 20 halaman plus lampiran untuk seleksi September, targetkan medali nasional. Keberhasilan 11 tim OPSI perkuat posisi MAN Tulungagung sebagai pusat riset STEM madrasah, sinergi Kemenag Tulungagung bangun talenta riset Jatim.

