MANDUTA-MAN 2 Tulungagung menjadi tuan rumah kegiatan Penguatan Zona Integritas melalui Sinergi Pendidikan untuk Masa Depan Madrasah Berkelanjutan pada Jumat, 31 Januari 2026 di Aula MAN 2 Tulungagung. Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tulungagung H. M. Afif Fauzi, S.Ag., M.Pd.I. beserta seluruh kepala MTsN se-Tulungagung ini juga diikuti perwakilan guru BK dari masing-masing madrasah tsanawiyah. Acara ini memperkuat komitmen pembangunan zona integritas di lingkungan pendidikan madrasah di bawah naungan Kemenag Tulungagung dan Kemenag Jawa Timur.
Kegiatan berlangsung dinamis dengan pembukaan langsung dari Kepala Kemenag Tulungagung, diikuti penyampaian materi inti tentang implementasi Zona Integritas Menuju WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi) dan WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani) di setiap madrasah. Diskusi mendalam berfokus pada strategi konkret penguatan WBK-WBBM, termasuk optimalisasi transparansi pengelolaan anggaran madrasah, peningkatan pelayanan publik berbasis digital, serta penguatan budaya anti-korupsi melalui lima nilai kerja Kemenag—integritas, profesionalitas, inovasi, amanah, dan sinambung—sebagai fondasi pembangunan karakter ASN di seluruh unit madrasah tsanawiyah. Acara juga dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara MAN 2 Tulungagung dengan seluruh kepala madrasah tsanawiyah negeri se-Kabupaten Tulungagung sebagai wujud komitmen kolaboratif jangka panjang dalam penguatan zona integritas.

Kepala Kantor Kemenag Tulungagung H. M. Afif Fauzi, S.Ag., M.Pd.I. menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh stakeholder madrasah untuk mencapai target zona integritas. “Zona integritas bukanlah sekadar program formalitas, melainkan komitmen moral setiap warga madrasah untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Sinergi seperti yang kita wujudkan hari ini di MAN 2 Tulungagung menjadi kunci utama menuju madrasah berkelanjutan yang mampu melahirkan generasi berkualitas dan berintegritas tinggi,” tegas beliau.
Kepala MAN 2 Tulungagung, Drs. Muhamad Dopir., M.Pd.I., mengapresiasi kepercayaan Kemenag Tulungagung menjadikan madrasahnya sebagai pusat kegiatan strategis ini. “Kami merasa terhormat dapat menyelenggarakan forum penting ini. Penguatan zona integritas melalui sinergi antar-madrasah akan menjadi modal kuat bagi MAN Tulungagung dan seluruh MTsN di Kabupaten Tulungagung untuk terus berprestasi secara berkelanjutan, sekaligus menjadi teladan dalam pelayanan pendidikan berbasis nilai-nilai agama dan integritas,” ungkapnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif dan penyerahan dokumen MoU sebagai simbol persatuan visi. Melalui forum ini, diharapkan terbentuk jejaring kerja madrasah yang solid dalam mewujudkan visi Kemenag Jawa Timur menuju institusi pendidikan madrasah yang bebas korupsi, bermakna, dan berwawasan masa depan.


Komentar Terbaru